Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Selasa, 22 Agustus 2017

  • 13:38 WIB. Taliban - Taliban kecam kebijakan Trump terkait intervensi militer di Afghanistan.
  • 11:44 WIB. Restoran - 169 restoran McDonald's di India tutup.
  • 11:15 WIB. Gadget - Acer hadirkan salah satu model notebook Nitro 5 Spin unggulan terbarunya yang digadang-gadang untuk mengantisipasi peluncuran Intel Coffee Lake.
  • 11:13 WIB. Gadget - Samsung telah hadirkan Samsung Galaxy J3 Pro ke Indonesia, dan sudah bisa dipesan melalui e-commerce lokal Dinomarket.
  • 11:11 WIB. Gadget - Xiaomi telah resmi rilis smartphone terbarunya, Xiaomi Redmi Note 5A.
  • 11:00 WIB. Machine learning - Google bersama News Lab akan bekerja sama dengan ProPublica untuk membuat machine learning.
  • 10:57 WIB. Machine learning - Google: Machine learning itu akan menganalisis teks dan mengekstrak informasi tentang orang, tempat, dan peristiwa.
  • 10:47 WIB. OS - Mondelez: Google tidak membayar kami untuk menggunakan nama Oreo. Ini murni kerja sama branding.
  • 10:39 WIB. Donald Trump - Presiden Donald Trump sebut dirinya akan tambah intervensi militer di Afghanistan.
  • 10:31 WIB. Korea Utara - Korea Utara diketahui lakukan upaya ekspor senjata kimia ke Suriah.
  • 10:24 WIB. Italia - Gempa 4,0 SR terjadi di pulau Ischia, Italia, satu orang tewas dan 25 lainnya terluka.
  • 09:22 WIB. Teror Barcelona¬†- Kepolisian Spanyol tembak mati tersangka utama teror di Barcelona,¬†Younes Abouyaaqoub.

Menteri Susi Harap Konsumsi Ikan Indonesia Melonjak

Foto Berita Menteri Susi Harap Konsumsi Ikan Indonesia Melonjak
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan tingkat konsumsi ikan di Indonesia dapat terus melonjak pesat, meski pada saat ini jumlah konsumsi pangan ikan secara nasional dilaporkan telah meningkat.

"Target pemerintah pada tahun ini adalah konsumsi ikan 46 kilogram per kapita, sedangkan pada akhir 2019 diharapkan bisa mencapai 50 kilogram per kapita," kata Menteri Susi di Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Menurut Susi, kenaikan tingkat konsumsi ikan selama beberapa tahun terakhir ini merupakan hal yang luar biasa karena jumlah impor ikan sangat menurun sedangkan ekspor meningkat sedikit.

Berdasarkan data dari KKP, tingkat konsumsi tertinggi perikanan terdapat di wilayah Maluku, sedangkan tingkat konsumsi yang terendah masih terus berada di kawasan pulau Jawa.

Sebelumnya, Menteri Susi juga menyoroti masih rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia sehingga pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan terus giat berkampanye untuk itu.

"Kalau dilihat dari statistik dibandingkan dengan negara-negara lain, Jepang misalnya sekarang sudah makan 86 kg per kapita/tahun. Indonesia baru pertama kali menginjak di atas 40 kg per kapita tahun 2016, sebelumnya tahun 2014 konsumsi di Indonesia hanya 36 kg per kapita, tahun 2015 naik menjadi 41 kg per kapita," kata Susi Pudjiastuti.

Menurut Susi, kenaikan tersebut sudah luar biasa tetapi tetap harus ditingkatkan mengingat saat ini stok ikan di Indonesia telah mengalami peningkatan.

Menteri Susi menyatakan bahwa perang terhadap penangkapan ikan secara ilegal selama ini telah memberikan 7 kilogram tambahan konsumsi ikan dalam jangka waktu dua tahun ini kepada masyarakat.

"Kalau dihitung kenaikan 7 kg dikali dengan 250 juta penduduk Indonesia itu adalah 1.750 ton ikan telah dikonsumsi oleh bangsa Indonesia. Kalau dinilai Rp10 ribu per kg, itu bernilai Rp175 triliun, dan itu nilai ekonomi yang luar biasa yang telah kita nikmati," jelasnya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat Indonesia lebih menggemari ikan agar dapat tumbuh sehat dan cerdas, apalagi mengingat sejumlah kondisi seperti diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN sehingga persaingan antarnegara juga lebih kencang dan semakin terbuka.

Menteri Susi mengingatkan, anak-anak Indonesia usia umur 1-10 tahun harus mendapat asupan protein yang cukup demi pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasannya, yang dapat dipenuhi kebutuhan asupan protein tersebut dengan menyantap ikan.

Selain menyehatkan masyarakat, menurut dia, gemar mengonsumsi ikan juga akan menghemat belanja negara dengan beralih dari konsumsi daging impor kepada ikan yang banyak tersedia di lautan Indonesia, mengingat ikan lebih murah daripada daging.

"Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan ini juga akan mendatangkan manfaat bagi pelaku usaha perikanan. Ikan Indonesia dapat diekspor dan menyumbang pada peningkatan devisa negara," ucapnya. (Ant)

Tag: Susi Pudjiastuti, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Vicky Fadil

Recommended Reading