Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 24 Juni 2017

  • 00:17 WIB. Mudik Lebaran - H-2 jadi puncak arus mudik penumpang Kereta Api.
  • 00:12 WIB. BMTR - Global Mediacom membagikan dividen senilai Rp70 miliar dari laba bersih 2016.
  • 23:38 WIB. Mudik Lebaran - Gubernur Sumut tegaskan ASN dilarang gunakan kendaraan dinas untuk mudik.
  • 23:29 WIB. Obama - Mantan Presiden AS Barack Obama selain berlibur di Bali ia dikabarkan akan berlibur di Yogyakarta.
  • 23:27 WIB. Mudik Lebaran - Menteri Luhut harap tragedi brexit tidak terulang kembali.
  • 23:27 WIB. Daging Sapi - Harga daging sapi di Medan tembus Rp140 ribu/kg.
  • 23:25 WIB. Mudik Lebaran - Menhub: Bus tanpa stiker biru dilarang beroperasi.
  • 23:24 WIB. Mudik Lebaran - Polantas: Puncak mudik di Bekasi terjadi Kamis malam.
  • 22:45 WIB. Sydney - Kepolisian Sydney akan pasang pembatas di area pejalan kaki, guna cegah serangan kendaraan bermotor.
  • 22:32 WIB. Mudik Lebaran - 26.183 pemudik motor lewati Cirebon.
  • 22:30 WIB. Mudik Lebaran - Aher sebut selama menjabat sebagai gubernur Jabar mudik lebaran tahun ini lancar.
  • 22:27 WIB. China - Otoritas China perketat penyebaran konten video berbasis online.

PLN Bantah Ada Kenaikan Tarif Dasar Listrik

Foto Berita PLN Bantah Ada Kenaikan Tarif Dasar Listrik
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basyir membantah ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada saat ini.

"Tidak ada kenaikan TDL, karena kenaikan TDL itu tidak bisa diputuskan oleh PLN. Itu oleh pemerintah, harus izin DPR. Jadi tidak ada kenaikan TDL," kata Sofyan Basyir usai mengikuti acara pembayaran zakat melalui BAZNAS di Istana Negara Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Dia menjelaskan bahwa kenaikan yang terjadi merupakan penyesuaian tarif daftar listrik terhadap pelanggan 900 watt yang dicabut subsidinya.

"Nah ini yang diubah tahun lalu baru selesai kalau nggak salah bulan ini. Perlahan-lahan kan, tiga atau empat kali. Jadi sekali lagi tidak ada kenaikan TDL," kata Sofyan Basyir.

Dirut PLN ini menjelaskan bahwa pencabutan subsidi untuk pelanggan 900 watt karena faktanya mampu tapi subsidinya lebih besar dari orang miskin yang pelanggan 450 watt.

"Yang dulu saya cerita ada kos-kosan, punya mobil, ada AC segala macem, tapi waktu dia membayar itu subsidinya diberikan lebih besar daripada orang miskin," ungkapnya.

Sofyan Basyir menjelaskan bahwa orang miskin pemakaian listriknya lebih kecil dibanding pelanggan 900 watt yang harusnya tidak disubsidi.

"Jadi lebih besar negara memberikan subsidi kepada yang 900 watt. Padahal dia tidak layak untuk mendapatkan subsidi. Nah ini yang diubah tahun lalu," katanya.

Dengan perubahan ini, Sofyan Basyir mengatakan untuk subsidi pelanggan 450 watt bertambah dari 15,5 juta menjadi 21 juta lebih.

Sofyan mengatakan untuk pelanggan 900 watt yang mendapat subsidi diturunkan dari 22 juta, saat ini hanya tersisa empat jutaan. (Ant)

Tag: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), Sofyan Basir, energi listrik

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Vicky Fadil

Recommended Reading