Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 24 Juni 2017

  • 23:38 WIB. Mudik Lebaran - Gubernur Sumut tegaskan ASN dilarang gunakan kendaraan dinas untuk mudik.
  • 23:29 WIB. Obama¬†- Mantan Presiden AS Barack Obama selain berlibur di Bali ia dikabarkan akan berlibur di Yogyakarta.
  • 23:27 WIB. Mudik Lebaran - Menteri Luhut harap tragedi brexit tidak terulang kembali.
  • 23:27 WIB. Daging Sapi - Harga daging sapi di Medan tembus Rp140 ribu/kg.
  • 23:25 WIB. Mudik Lebaran - Menhub: Bus tanpa stiker biru dilarang beroperasi.
  • 23:24 WIB. Mudik Lebaran - Polantas: Puncak mudik di Bekasi terjadi Kamis malam.
  • 22:45 WIB. Sydney - Kepolisian Sydney akan pasang pembatas di area pejalan kaki, guna cegah serangan kendaraan bermotor.
  • 22:32 WIB. Mudik Lebaran - 26.183 pemudik motor lewati Cirebon.
  • 22:30 WIB. Mudik Lebaran - Aher sebut selama menjabat sebagai gubernur Jabar mudik lebaran tahun ini lancar.
  • 22:27 WIB. China - Otoritas China perketat penyebaran konten video berbasis online.

Pakar: Indonesia Jangan Ikuti Jejak Yugoslavia

Foto Berita Pakar: Indonesia Jangan Ikuti Jejak Yugoslavia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Profesor ilmu politik dari Universitas Northwestern Jeffrey A Winters mengatakan toleransi dan perdamaian yang selama ini tercipta di Indonesia harus terus terjaga untuk menjadi contoh bagi negara lain.

"Kerukunan umat beragama di Indonesia merupakan karunia yang harus dicontoh oleh dunia. Jika Indonesia mampu menjaga kerukunan umat beragama di tengah keanakeragaman suku, budaya, maupun bahasa, Indonesia layak menjadi contoh bagi negara lain," kata Jeffrey di Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Dia berharap Indonesia tidak mengikuti jejak Yugoslavia, sebuah negara di Eropa Timur yang bubar akibat perbedaan pandangan.

"Kita dapat memetik pelajaran yang baik terkait pecahnya Yugoslavia. Negara itu terdiri dari berbagai etnis, bangsa maupun bahasa. Serentetan gejolak dan politik menyebabkan pembubaran Yugoslavia," ujar Winters.

Yugoslavia bubar dan berakhir pada berdirinya negara Slovenia, Kroasia, Bosnia Herzegovina, Serbia, Montenegro dan Makedonia. "Yugoslavia meninggalkan pesan bahwa kita tidak harus hidup bersama karena kita berbeda. Kita harus membenci satu sama lain karena kita berbeda," kata dia.

"Menjadi berbeda itu tidak berbahaya. Hidup berdampingan meskipun berbeda itu indah. Untuk hidup secara berdampingan, setiap individu tidak harus mempunyai persamaan suku, budaya, maupun agama," kata dia. (ant)

Tag: Prof Jeffrey Winters, pancasila

Penulis: ***

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Recommended Reading