Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Sabtu, 19 Agustus 2017

  • 23:44 WIB. Gadget - Nokia 8 jadi ponsel Android pertama Nokia yang memakai lensa Zeiss pada kamera depan dan belakangnya.
  • 23:42 WIB. Satelit - Satelit hasil cetakan 3D segera meluncur ke luar angkasa.
  • 23:38 WIB. Konten - Telin dan KMK Online bekerja sama untuk perkaya konten bagi TKI.
  • 23:36 WIB. Apple - CEO Apple menyampaikan kecamannya terhadap tindakan rasis dalam sebuah email kepada para karyawan.
  • 21:28 WIB. KAI - KAI Commuter Jabodetabek mencatat 800.000 pengguna menikmati layanan gratis pada saat HUT RI, Kamis (17/8/2017).
  • 21:26 WIB. Twitter - Twitter Indonesia mencatat ada lebih dari 1,1 juta cuitan di Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan RI yang ke-72.
  • 21:24 WIB. Grab - Grab memperkenalkan fitur Instant Cash Out.
  • 21:24 WIB. DKI - Pemprov DKI Jakarta meminta Adhi Karya untuk segera membongkar sisa tiang pancang di kawasan Rasuna Said.
  • 21:23 WIB. Mitsubishi - Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia belum berencana untuk bermain di pasar taksi. 
  • 21:22 WIB. KY - Komisi Yudisial akan terus melakukan pemeriksaan dan investigasi terkait persidangan kasus megakorupsi E-KTP.
  • 21:20 WIB. Tanjung Lesung - Tanjung Lesung menghadirkan trek gelaran olahraga petualangan Rhino Cross Triathlon dalam Tanjung Lesung Festival.
  • 21:19 WIB. BMW - BMW Group Indonesia mengatakan belum siap menjual BMW i3.
  • 21:18 WIB. MPI - Mahkota Properti Indo bakal masuk ke pasar modal sebagai pembeli siaga rights issue yang digelar oleh Intikeramik Alamasri Industri.
  • 21:17 WIB. Pertamina - Pertamina menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada Pemerintah Kota Balikpapan.
  • 21:17 WIB. Nam Air - Nam Air berencana menambah frekuensi penerbangan rute Jakarta-Banyuwangi.

Raksasa Energi Qatar Petroleum, Tidak Terkena Imbas dari Krisis dengan Negara Teluk

Foto Berita Raksasa Energi Qatar Petroleum, Tidak Terkena Imbas dari Krisis dengan Negara Teluk
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Raksasa energi Qatar Petroleum mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (10/10/2017) bahwa itu adalah "bisnis seperti biasa" meskipun terjadi krisis diplomatik spiral yang melibatkan Doha dan tetangganya di Teluk.

Dalam upaya untuk meyakinkan pelanggan, perusahaan yang dikelola negara tersebut mengatakan telah "memobilisasi semua sumber daya yang ada" untuk mengurangi setiap tindakan yang dapat mengganggu pasokan.

"Qatar Petroleum, dan anak perusahaannya, ingin menegaskan bahwa mereka menjalankan bisnis seperti biasa, operasi dan bisnis hulu, hilir, dan hilirnya, dan dalam semua aktivitas di semua fasilitas kelas dunia QP," bunyi pernyataan tersebut, sebagaimana dikutip dari laman Channel NewsAsia, di Jakarta, Senin (12/6/2017).

Qatar adalah negara terbesar di dunia dari Liquified Natural Gas (LNG), dan memproduksi hingga 77 juta ton gas setiap tahunnya.

Pada bulan April, Qatar mengumumkan bahwa pihaknya meningkatkan produksi di lapangan gas terbesar di dunia, Ladang Gas Utara, di lepas pantai utara negara bagian Teluk, yang dibagikan dengan Iran.

Sektor gas telah membantu mengubah emirat kecil menjadi salah satu negara terkaya di dunia, memicu kenaikannya menjadi pemain regional utama dan membantu mendanai proyek infrastruktur besar seperti Piala Dunia 2022, yang akan diselenggarakan oleh Qatar.

Pernyataan Qatar Petroleum muncul saat krisis diplomatik terbesar melanda negara-negara Teluk selama bertahun-tahun.

Pada hari Senin, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain memimpin serangkaian negara yang memutuskan hubungan dengan Qatar atas apa yang mereka sebutkan sebagai pembiayaan emirat kelompok ekstremis dan hubungannya dengan Iran, saingan utama Arab Saudi.

Qatar dengan keras membantah klaim tersebut, dan mengatakan bahwa mereka menjadi korban sebuah kampanye yang diatur untuk memaksa Doha mengubah kebijakan luar negerinya.

Krisis yang terjadi mengancam untuk menarik banyak negara, dan pada hari Jumat Presiden AS Donald Trump menuduh Qatar sebagai "penyandang dana terorisme pada tingkat yang sangat tinggi".

Pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani terus melakukan serangan diplomatik di Eropa, bertemu dengan rekannya dari Rusia Sergei Lavrov di Moskow.

Tag: Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, Qatar Petroleum, Liquified Natural Gas (LNG)

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Fadi Al-Assaad

Recommended Reading