Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Senin, 21 Agustus 2017

  • 13:34 WIB. Box Office - The Hitman's Bodyguard merajai Box Office pekan ini dengan penghasilan mencapai US$21,6 juta.
  • 13:32 WIB. Bursa Transfer - Liverpool kembali tolak tawaran Barcelona senilai US$113 juta untuk Philipe Coutinho.
  • 13:28 WIB. Amerika Serikat - Tidak ada pencemaran minyak yang terjadi akibat tabrakan kapal perang AS dan kapal tanker Singapura.
  • 13:26 WIB. Amerika Serikat - 10 orang hilang akibat kapal perang AS, USS John S.McCain bertabrakan dengan kapal tanker Singapura.
  • 13:23 WIB. Pupuk - Industri pupuk nasional mencatatkan kenaikan volume penjualan 131% pada Juli 2017 dibandingkan Juni.
  • 13:22 WIB. Kemenhub - Kemenhub akan menjalin kerja sama pemanfaatan 28 pelabuhan dan bandara dengan BUMD, BUMN, dan swasta.
  • 13:21 WIB. Dubai - Dubai Tourism mencatat kunjungan wisman ke kota ini mencapai 8,6 juta orang pada semester I-2017.
  • 13:20 WIB. Masmindo - Masmindo Dwi Area akan memulai konstruksi tambang emas di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
  • 13:19 WIB. Jamkrindo - Jamkrindo sampai dengan Juli 2017 merealisasikan penjaminan kredit 63,47% dari total target yang telah ditetapkan.
  • 13:18 WIB. BBTN - BTN menargetkan pendapatan non-bunga dari transaksi digital naik 86% menjadi Rp 153,9 miliar pada tahun ini.
  • 13:06 WIB. Lexus - Lexus Indonesia mencatat penjualan sebesar Rp400 miliar di ajang GIIAS 2017.
  • 10:53 WIB. Manchester - Manchester City dikabarkan siap menebus klausul pelepasan Messi yang mencapai US$275 juta.
  • 10:29 WIB. Google - Google luncurkan fitur baru yang akan buat video preview muncul dalam hasil pencarian di perangkat mobile Android.
  • 10:26 WIB. Medsos - Netizen ramaikan jagat maya dengan cuitan larangan motor lewat Rasuna Said.
  • 10:19 WIB. Gadget - Motorola patenkan teknologi layar yang bisa perbaiki sendiri.

Pembubaran Ormas anti-Pancasila Harus Didukung Semua Kalangan

Foto Berita Pembubaran Ormas anti-Pancasila Harus Didukung Semua Kalangan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengatakan, semua kalangan pembubaran organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang bertentangan dengan Pancasila harus didukung semua kalangan.

Namun, kata dia, di Jakarta, Jumat (12/5/2017), pembubaran ormas hendaknya menjadi upaya terakhir setelah upaya-upaya lain yang dilakukan pemerintah menemui jalan buntu, dan itu pun melalui pengadilan sesuai dengan UU Ormas.

"Harus ada tahapan sanksi yang diberikan secara gradual mulai dari teguran secara tertulis, pembekuan, dan pembubaran," kata dia.

Menurut dia tahapan itu juga berlaku bagi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) , yang menurut Menko Polhukam Wiranto akan dibubarkan oleh pemerintah.

"Jika setelah ada sanksi gradual itu HTI masih dianggap merongrong Pancasila maka layak dibubarkan. "Ujug-ujug" membubarkan itu hanya memantik kegaduhan," kata dia.

Selain itu, kata dia, pemerintah perlu meminta masukan dari publik, terutama ulama dan tokoh masyarakat terkait HTI. 

"Jangan sampai pembubaran dikaitkan dengan sikap kritis umat Islam ke pemerintah belakangan ini," kata dia.

Menurut dia, pemerintah hendaknya tak hanya kritis pada kelompok Islam yang anti-Pancasila, tetapi juga pada kelompok lain yang berpotensi merongrong negara seperti gerakan separatis Papua dan komunisme.

"Ini semua dilakukan untuk memberikan rasa keadilan pada masyarakat. Potensi anti-Pancasila bukan hanya dari kalangan Islam, kalangan lain juga banyak," kata dia. 

Untuk itu, lanjut dia, mulai hari ini pemerintah harus proaktif melakukan sweeping ke semua ormas yang berpotensi merongrong ideologi negara. (Ant)

Tag: Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Aprilio Akbar

Recommended Reading