Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Senin, 21 Agustus 2017

  • 13:26 WIB. Amerika Serikat - 10 orang hilang akibat kapal perang AS, USS John S.McCain bertabrakan dengan kapal tanker Singapura.
  • 13:23 WIB. Pupuk - Industri pupuk nasional mencatatkan kenaikan volume penjualan 131% pada Juli 2017 dibandingkan Juni.
  • 13:22 WIB. Kemenhub - Kemenhub akan menjalin kerja sama pemanfaatan 28 pelabuhan dan bandara dengan BUMD, BUMN, dan swasta.
  • 13:21 WIB. Dubai - Dubai Tourism mencatat kunjungan wisman ke kota ini mencapai 8,6 juta orang pada semester I-2017.
  • 13:20 WIB. Masmindo - Masmindo Dwi Area akan memulai konstruksi tambang emas di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
  • 13:19 WIB. Jamkrindo - Jamkrindo sampai dengan Juli 2017 merealisasikan penjaminan kredit 63,47% dari total target yang telah ditetapkan.
  • 13:18 WIB. BBTN - BTN menargetkan pendapatan non-bunga dari transaksi digital naik 86% menjadi Rp 153,9 miliar pada tahun ini.
  • 13:06 WIB. Lexus - Lexus Indonesia mencatat penjualan sebesar Rp400 miliar di ajang GIIAS 2017.
  • 10:53 WIB. Manchester - Manchester City dikabarkan siap menebus klausul pelepasan Messi yang mencapai US$275 juta.
  • 10:29 WIB. Google - Google luncurkan fitur baru yang akan buat video preview muncul dalam hasil pencarian di perangkat mobile Android.
  • 10:26 WIB. Medsos - Netizen ramaikan jagat maya dengan cuitan larangan motor lewat Rasuna Said.
  • 10:19 WIB. Gadget - Motorola patenkan teknologi layar yang bisa perbaiki sendiri.
  • 10:15 WIB. Gadget - Strategy Analytics: iPhone 7 merupakan smartphone paling populer di dunia dengan total pengapalan 16,9 juta unit.
  • 10:10 WIB. VPN - Otoritas mengharuskan penyedia telekomunikasi dan perusahaan teknologi memainkan peran lebih besar dalam menghapus VPN.
  • 10:09 WIB. VPN - Otoritas China mengeluarkan peringatan kepada platform e-commerce populer di negaranya atas penjualan Virtual Private Networks (VPN).

BRG Akan Gunakan Indikator Desa Pantau Lahan Gambut

Foto Berita BRG Akan Gunakan Indikator Desa Pantau Lahan Gambut
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Badan Restorasi Gambut (BRG) menggunakan status desa sebagai salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan restorasi lahan gambut pada tujuh provinsi.

"Ada sekitar seribuan desa pada tujuh provinsi yang terletak di lahan gambut perlu direstorasi. Jika menggunakan 'baseline' dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi kebanyakan berstatus desa tertinggal dan sangat tertinggal," kata Deputi 3 BRG Myrna A Safitri, dalam kegiatan Green News Cafe yang digelar Yayasan BaKTI sebagai diseminasi Aktivitas Pengetahuan Hijau-Proyek Kemakmuran Hijau MCA-Indonesia, di Jakarta, Senin (13/3/2017).

Ia mengatakan intervensi yang dilakukan ke desa diharapkan dapat terukur, dalam arti status desa tersebut harus mengalami peningkatan pada tahun berikutnya setelah pelaksanaan restorasi.

"Jika satu desa statusnya sangat tertinggal, seharusnya tahun berikutnya naik tingkat. Jika tidak ada perubahan, maka aspek sosial yang juga menjadi target restorasi bisa dikatakan tidak berhasil," kata Myrna lagi.

Menurutnya, BRG telah melakukan intervensi ke 105 desa pada 2016 dengan luas area mencapai 806.312 hektare di Kabupaten Pulang Pisau, Ogan Komering Ilir, Kepulauan Meranti dan Musi Banyuasin. Pada 2017, target intervensi dilakukan hingga 125 desa.

Total desa yang akan didampingi hingga 2020 dengan menggunakan dana APBN mencapai 300 desa, dengan dana donor 200 desa, dan kemitraan dengan perusahaan (desa dan areal konsesi) 500 desa.

Persoalannya saat ini, menurut Myrna, Kementerian DPDTT tidak memiliki seluruh data status desa pada lahan gambut yang harus direstorasi.

Manager Hibah Kemitraan MCA-Indonesia Achmad Adithya mengatakan keterlibatan, pihaknya dalam program restorasi gambut di Indonesia selalu didahului dengan bicara kepada masyarakat melalui LSM lokal yang paham dengan restorasi.

Contoh konkret yang dilakukan di Taman Hutan Rakyat (Tahura) sekitar Taman Nasional Berbak dan Hutan Lindung Gambut Londrang di Jambi dalam pembuatan sekat kanal selalu berdialog terlebih dahulu dengan masyarakat desa.

Fungsi kanal-kanal diidentifikasi dan ada yang dimanfaatkan untuk ditanami masyarakat dengan kopi liberika, nanas, dan jelutung.

"Yang jelas masyarakat harus menjadi penerima manfaat restorasi pada lahan gambut melalui alternatif 'livelihood'," ujar dia pula. (Ant)

Tag: Lahan gambut, Badan Restorasi Gambut

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Vicky Fadil

Recommended Reading